(Semarang, 19/12) Di penghujung tahun 2022, sebuah prestasi berhasil diraih oleh Pemerintah Kabupaten Magelang dalam ajang Pemetaan Daya Saing Daerah (PDSD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022. Bupati Magelang, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bappeda dan Litbangda Kabupaten Magelang, M. Taufiq Hidayat Yahya, S.STP., M.Si. menerima anugerah yang diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Pada ajang ini, 14 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah menjadi pemenang yang terbagi menjadi 4 kategori, yakni Kategori Faktor Penguat, Kategori Sumber Daya Manusia, Kategori Ekosistem Inovasi, dan Kategori Pasar. Kabupaten Magelang berhasil menyabet Juara 3 Kategori Ekosistem Inovasi. Secara keseluruhan, nilai aplikasi Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Magelang adalah sebesar 3,481. Nilai ini meningkat lebih tinggi dibandingkan capaian yang sama pada tahun lalu.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menyampaikan selamat kepada daerah yang berhasil meraih penghargaan PDSD. Penghargaan yang diterima, diharapkan bisa semakin memotivasi untuk membenahi semua sektor, yang berdampak positif pada meningkatnya daya saing daerah.
“Hasil dari penilaian PDSD itu bukan hanya menempatkan daerah mana saja yang memiliki daya saing tinggi, namun juga bermanfaat untuk penyusunan RPJMD wilayah,” tuturnya.
Menurut Gus Yasin, sapaan Wagub, kemampuan daya saing suatu daerah, menjadi salah satu parameter dalam konsep pembangunan daerah berkelanjutan. Semakin tinggi tingkat daya saing suatu daerah, diharapkan akan semakin mempercepat kemampuan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Yopi, mengapresiasi Pemprov Jateng yang menjadi provinsi pertama dalam membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (Brida). Menurutnya, Jateng menjadi provinsi yang paling aktif melakukan koordinasi di level pemerintah kabupaten/ kotanya.
“Ini adalah salah satu bukti, di mana pengukuran indeks daya saing itu dikontrol atau dikoordinasi pemprov. Ini adalah suatu hal yang luar biasa. Mengapa? Banyak sekali pemerintah daerah, yang belum melakukan proses pengukuran indeks daya saing ini,” ungkapnya.
Ditambahkan Yopi, pihaknya kini juga tengah membahas penguatan indikator yang disesuaikan dengan kondisi Provinsi Jateng. Sehingga, pemetaan daya saing ini nantinya menjadi kekhasan Provinsi Jateng, dan bisa direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Apresiasi selanjutnya adalah kepada dua Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang sudah berproses menuju BRIDA dengan penerbitan Perda dan 10 lainnya yang sudah mendapatkan rekomendasi pembentukan BRIDA, salah satunya adalah Kabupaten Magelang.